Sidoarjo, NU Care
Momen Peringatan Hari Santri 2025 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo diwarnai dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Sidoarjo bagi sejumlah keluarga santri korban musibah runtuhnya mushala Pesantren Al-Khoziny Buduran.
Kepala Cabang NU Care-LAZISNU PCNU Sidoarjo, H Achmad Fahrurrozi mengungkapkan, tahap pertama ini pihaknya telah mendistribusikan santunan bagi 11 keluarga santri korban musibah Pesantren Al-Khoziny.
“Hari ini kami dibagi 2 tim langsung berkunjung ke rumah keluarga korban sekaligus menyerahkan santunan berupa uang tunai dan paket sembako. Adapun santunan untuk santri korban yang meninggal dunia masing-masing sebesar Rp15 juta, kemudian yang kondisinya baik mendapatkan santunan Rp5 juta, lalu yang disabilitas kami berikan santunan Rp25 juta,” ungkapnya, Rabu (22/10/2025).
Lebih lanjut, Rozi menambahkan, dari total 11 santri korban musibah Pesantren Al-Khoziny yang mendapatkan santunan dari LAZISNU PCNU Sidoarjo tersebut terdapat 4 korban yang meninggal dunia yakni Moh Rizki Maulana Saputra (Wadungasih, Buduran, Sidoarjo), M Muhfi Alfian (Damarsih, Buduran, Sidoarjo), Moch Adam Fidiansyah (Masangankulon, Sukodono, Sidoarjo), dan Mohammad Khusni Al Fuady (Sedati Agung, Sidoarjo).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, semoga dengan kepedulian dan dukungan moril kita bersama melalui donasi yang disampaikan lewat LAZISNU PCNU Sidoarjo ini bisa meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan. Apabila masih ada masyarakat yang ingin berdonasi tetap akan kami terima,” pungkasnya.
Diterangkannya, santunan tahap kedua rencananya akan disalurkan pada hari Kamis (22/10/2025) dan ditasharrufkan untuk 4 keluarga korban.







