Sidoarjo, NU Care Sidoarjo|Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo bersama Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggelar pelatihan relawan ambulans serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk pengemudi ojek online (ojol).
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Kantor PCNU Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke -100 tahun masehi, Sabtu (31/01/2026). Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo, Dodi Dliya’uddin mengatakan, kegiatan pengobatan gratis ini melibatkan sebanyak 150 pengemudi ojol.
”Pada momen Harlah NU ke-100 tahun masehi ada beberapa hal yang kita lakukan seperti hari ini bersama LKNU dan RSI Siti Hajar Sidoarjo yaitu memberikan pelatihan serta pengobatan gratis bagi ojol dan relawan ambulans, serta pembagian sembako gratis,” katanya.
Lebih lanjut, Dodi mengemukakan, LAZISNU PCNU Sidoarjo juga berencana mengadakan beberapa rangkaian kegiatan penyaluran bantuan lainnya dalam rangkaian acara peringatan Harlah 1 Abad NU, diantaranya pembagian sembako gratis untuk masyarakat di beberapa titik lokasi yang dilewati kirab NU.
”Agenda berikutnya, LAZISNU PCNU Sidoarjo akan memberikan sebanyak 200 beasiswa yang berasal dari para donatur untuk santri-santri binaan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LPMNU) Sidoarjo,” tandasnya.

Sementara, Ketua PC LKNU Sidoarjo, dr Iqbal Faizin mengungkapkan, dalam kegiatan ini, pihaknya dibantu tenaga medis RSI Siti Hajar memberikan upgrade pengetahuan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada 50 driver ambulans LAZISNU se-Kabupaten Sidoarjo dan relawan serta 150 orang pengemudi ojol. “Upgrade pengetahuan PPGD perlu terus ditingkatkan agar korban mendapat penanganan yang cepat dan tepat di lokasi kejadian dan selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo tersebut menambahkan, kegiatan tersebut merupakan arahan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah 100 titik di Wilayah Jawa Timur dalam rangkaian peringatan 1 Abad NU.
”Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi cek gula darah, asam urat, pemeriksaan tensi, konsultasi, pemberian obat serta vitamin. Hal yang paling banyak dikeluhkan pengemudi ojol meliputi nyeri sendi serta kecapekan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Yanto, relawan ambulans LAZISNU Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, salah satu peserta pelatihan mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dalam kegiatan pelatihan PPGD tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya dan mudah-mudahan ke depan diadakan lagi minimal setahun sekali,” ujarnya.







