Blitar, NU Care Sidoarjo|Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengadakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang dipusatkan di Graha NU Kabupaten Blitar, Sabtu (07/02/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari LAZISNU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten/Kota se-Jatim.
Ketua LAZISNU PWNU Jatim, HA Afif Amrullah dalam sambutannya mengatakan, dalam Rakorwil ini ada sejumlah agenda penting yang akan dibahas seperti evaluasi pelaksanaan program LAZISNU se-Jatim, sosialisasi aplikasi manajemen zakat terpadu, Rancangan Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026 LAZISNU se-Jatim, dan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus LAZISNU PCNU se-Jatim yang selalu aktif dan kompak untuk bersama-sama berkolaborasi dalam aksi kemanusiaan. Terakhir, kemarin dan sampai hari ini sudah berjjalan, kita sudah melakukan penghimpunan dana untuk program peduli Aceh dan Sumatera yang tahap satu kemarin sudah terhimpun sebesar Rp.3,8 miliar,” katanya.
Lebih lanjut, Afif melaporkan, bahwa LAZISNU PWNU Jatim bersama sejumlah LAZISNU PCNU di Jatim telah berkunjung langsung ke Aceh sekaligus mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada penyintas bencana di sana.
“Insya Allah akan lanjut di tahap kedua, salah satunya yang diinisiasi oleh teman-teman LAZISNU Malang raya di pelaksanaan Muhajadah PWNU Jatim nanti akan ada penggalangan dana Peduli Aceh,” tegasnya.
Dijelaskannya, pada momen Rakorwil kali ini mengusung semangat dan tema “Transformasi Filantropi NU, Membangun Kemandirian Umat Berkelanjutan”. Semangat transformasi yang dimaksud yakni harus ada proses adaptasi secara masif yang harus dilakukan dari gerakan filantropi LAZISNU.
“Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian antara NU dengan masyarakat. konsekuensinya berarti kita harus juga bersepakat dan merelakan beberapa hal yang lama yang mungkin kurang baik dan diganti dengan hal-hal baru yang lebih baik,” tandasnya.
Menurut Afif, ke depan dibutuhkan inovasi-inovasi baru demi kemajuan LAZISNU. Oleh karenanya, LAZISNU PWNU Jatim menginiasi pembuatan aplikasi manajemen zakat terpadu yang disosialisasikan di acara Rakorwil ini.
“Setelah Rakorwil ini, kami akan mengadakan Bimtek dan terjun ke LAZISNU PCNU se-Jatim diiringi dengan program-program yang lain, agar kami berharap tahun 2026 ini adalah tahun transformasi sistem. Jadi, sistem laporan akan tercatat secara otomatis dengan menggunakan sistem aplikasi ini, sehingga nantinya semua akan memudahkan proses kegiatan kita dalam urusan laporan keuangan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Cabang NU Care-LAZISNU PCNU Sidoarjo, H Achmad Fahrurrozi, yang juga turut hadir di Rakorwil tersebbut berharap, Rakorwil ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengelolaan filantropi NU yang lebih baik ke depan.
“Melalui forum Rakorwil ini, para peserta diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring kelembagaan, serta menyusun strategi bersama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.







