Sidoarjo, NU Care Sidoarjo|Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Sidoarjo menggelar kegiatan halal bihalal bersama tim Rohis Ramadhan 1447 Hijriah serta perwakilan guru dari 10 SMP Negeri se-Kabupaten Sidoarjo, Jumat (24/04/2026) siang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SD-SMP Widya Wiyata, Perumahan Bumi Citra Fajar (BCF), Sidoarjo. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, acara ini juga menjadi momentum apresiasi atas kolaborasi dalam program Pondok Ramadhan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kepala Cabang NU Care-LAZISNU Sidoarjo, H Achmad Fahrurrozi, menyampaikan terima kasih kepada pihak SD-SMP Widya Wiyata yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SD-SMP Widya Wiyata atas kesediaannya menjadi tempat penyelenggaraan acara ini. Semoga sekolah ini semakin maju,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para guru SMPN, serta mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) dan STAI Al-Khoziny yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, halal bihalal ini tidak hanya menjadi sarana saling memaafkan, tetapi juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada sekolah-sekolah, baik swasta maupun 10 SMP Negeri di Sidoarjo yang telah bekerja sama dalam program Pondok Ramadhan LAZISNU.
“Semoga materi yang telah disampaikan oleh tim Rohis Ramadhan dapat memberikan manfaat bagi para siswa. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut dan ditingkatkan di tahun mendatang,” imbuhnya.
Terkait donasi bencana alam untuk Aceh, Fahrurrozi menjelaskan bahwa dana yang dihimpun dari guru dan siswa SMP Negeri se-Sidoarjo telah disalurkan langsung kepada para penyintas di wilayah terdampak.
Sementara itu, Kepala SD Widya Wiyata, Faishal, mengungkapkan bahwa sekolahnya mengusung konsep inklusif yang mencakup keberagaman latar belakang siswa dan tenaga pendidik.
Ia menyebutkan, sekolah tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai suku seperti Ambon, Tionghoa, Jawa, hingga Madura, serta menaungi penganut lima agama berbeda. Bahkan, tenaga pendidik juga berasal dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Karakter inklusif ini menjadi salah satu alasan sekolah kami dipercaya menjadi lokasi kegiatan halal bihalal LAZISNU PCNU Sidoarjo. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Faishal juga mengapresiasi kontribusi tim Rohis Ramadhan LAZISNU dalam memberikan edukasi kepada siswa terkait zakat dan sedekah.
“Anak-anak sangat terbantu dalam memahami dasar-dasar berzakat dan bersedekah. Ini penting karena menjadi bagian dari tanggung jawab pendidikan,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 2 Sedati, Fina. Ia menilai tim Rohis LAZISNU menunjukkan kinerja yang baik selama mengisi kegiatan Pondok Ramadhan.
“Mereka selalu hadir tepat waktu dan mampu membangun antusiasme siswa. Ini pengalaman yang sangat positif bagi kami,” tandasnya.

Dari sisi mahasiswa, Dahlan mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berarti bagi kami dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Harapannya, kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran LAZISNU PCNU Sidoarjo, Kepala dan dewan guru SD-SMP Widya Wiyata, mahasiswa Unusida dan STAI Al-Khoziny, serta perwakilan guru dari sejumlah SMP Negeri, di antaranya SMPN 1 hingga SMPN 3 Sidoarjo, SMPN 1 Candi, SMPN 1 Jabon, SMPN 1 Prambon, SMPN 1 Buduran, SMPN 2 Buduran, SMPN 2 Sedati, dan SMPN 2 Sukodono.







