Buduran, NU Care|Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo telah menyiapkan 13 unit ambulans untuk mengantarkan para santri yang wafat akibat musibah runtuhnya mushala di pesantren putra Al-Khoziny Buduran pada hari Senin, (29/09/2025) lalu.
Sekretaris LAZISNU PCNU Sidoarjo, H Ahmad Zanuar Riza yang juga ditunjuk sebagai ketua tim relawan ambulans dalam misi kemanusiaan tersebut mengatakan, seluruh armada ambulans tersebut nantinya akan diberangkatkan dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya menuju ke rumah duka masing-masing santri di daerah asalnya.
“Hari ini sebanyak dua unit ambulans gelombang pertama mulai diberangkatkan untuk bersiaga di RS Bhayangkara Surabaya,” kata Riza, Jum’at (03/10/2025).
Lebih lanjut, Dirinya menegaskan, langkah ini merupakan wujud pelayanan dan penghormatan terakhir yang diberikan oleh LAZISNU PCNU Sidoarjo kepada para santri syahid.
“Kami menyiapkan armada ambulans ini untuk memastikan para santri syahid dapat dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Dengan demikian, orang tua dan keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir serta mendoakan secara langsung,” tutupnya.
Di sisi lain, pengurus Badan Pelayanan Mubarot Nahdlatul Ulama (BPMNU) Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo sekaligus koordinator ambulans, Elok Sifak Munadiroh mengemukakan, proses pemulangan jenazah dilakukan secara terkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jatim dan Polda Jatim.
“Kami bekerja sama dalam evakuasi jenazah hingga ke rumah duka masing-masing, serta mengkoordinasikan seluruh ambulans, baik milik RSI Siti Hajar maupun milik LAZISNU PCNU Sidoarjo. Dengan adanya sinergi antar lembaga, diharapkan proses pemulangan para santri syahid berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat, sekaligus memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.







