Candi, NU Care
Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo kembali mendistribusikan santunan tahap kedua bagi keluarga tiga santri korban musibah runtuhnya mushala Pesantren Al-Khoziny, Kecamatan Buduran.
Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo, Dodi Dihauddin menuturkan, pihaknya hari ini telah bersilaturahmi sekaligus menyerahkan santunan kepada wali santri atas nama Syaiful Rosi Abdillah (Desa Simokali, Kecamatan Candi, Sidoarjo), almarhum Irham Ghifari (Katerungan, Kecamatan Krian, Sidoarjo), serta almarhum Fairuz Shirojuddin (Desa Singopadu, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo).
“Santunan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta untuk korban yang meninggal dunia dan Rp25 juta bagi korban yang sekarang menyandang disabilitas, ditambah paket sembako. Hingga saat ini kami telah mendistribusikan hampir lebih dari Rp200 juta untuk santunan korban,” tuturnya.
Menurutnya, kepedulian tersebut adalah perwujudan dari bakti Nahdlatul Ulama (NU) dengan memberikan santunan kepada para korban musibah Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo. Dirinya menambahkan, total jumlah korban yang disantuni LAZISNU PCNU Sidoarjo kurang lebih sebanyak 18 santri.
“Rencananya dalam waktu dekat kami juga akan mengalokasikan santunan untuk pesantren Al-Khoziny sebesar Rp100 juta. Terimakasih kepada seluruh donatur dan Unit Pengumpul Zakat, Infaq dan Shadaqah (UPZIS) LAZISNU se-Kabupaten Sidoarjo baik di tingkat ranting maupun Majelis Wakil Cabang (MWC),” tandasnya.
Lebih lanjut, Dodi berharap, LAZISNU PCNU Sidoarjo ke depan bisa terus berbakti dan mengabdi untuk rakyat Indonesia, masyarakat Kabupaten Sidoarjo, dan khususnya bagi warga NU.
“Kami ikhlas dalam berkhidmah membantu pesantren dan kiai, karena kebetulan pengasuh Pesantren Al-Khoziny adalah Rais kami di PCNU Sidoarjo. Semoga para korban yang meninggal diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT di syurga. Kita meyakini bahwa mereka adalah para syuhada karena mereka sedang menuntut ilmu,” ujarnya.
Diterangkannya, penggalangan donasi yang dilakukan LAZISNU PCNU Sidoarjo sebenarnya sudah berakhir dan perolehan saat ini mencapai Rp400 juta lebih.
“Penggalangan donasi tetap dilanjutkan karena masih banyak donasi susulan yang masuk seperti dari PCNU Blitar dan lainnya,” tutupnya.
Sementara, Choiriyawati, wali santri korban atas nama Syaiful Rosi Abdillah mengapresiasi atas santunan yang diberikan oleh LAZISNU PCNU Sidoarjo bagi anaknya tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada LAZISNU Sidoarjo atas perhatiannya. Anak saya saat ini masih kontrol ke RSUD setiap hari Selasa dan Jum’at,” ungkapnya.
Di sisi lain, Syaiful Rosi Abdillah mengaku kondisinya sudah semakin membaik dan ingin segera balik lagi ke Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
“Saya pingin segera balik ke pondok lagi,” ucapnya.







